Artikel58

Senin, 21 Agustus 2017 - Oleh admin_acehjaya

TRADISI  DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT ACEH
oleh. Drs. Tgk. H. Anwar Ibrahim

Ketua MAA Kabupaten Aceh Jaya

 

 

Keanekaragaman seni, adat dan budaya menjadikan aceh mempunyai daya tarik tersendiri, begitu juga dalam hal tradisi dan kepercayaan juga tidak kalah menariknya dengan hal-hal lain yang dianggap masih berlangsung dikalangan masyarakat sampai sekarang.

a. Balum Beude

adalah sejenis makhluk halus yang dipercayai oleh masyarakat pesisir provinsi Aceh menghuni perairan sungai, muara sungai dan perairan pantai. Dalam tradisi lokal masyarakat tradisional di Aceh makhluk ini berupa setan yang tidak bisa dilihat oleh mata. Sewaktu-waktu makhluk ini menampakkan wujudnya pada manusia dalam bentuk serupa hamparan tikar berwarna merah yang melayang di permukaan air. Bagi masyarakat yang berdomisili di pantai utara bagian timur Aceh makhluk ini dinamai pula dengan Baluem Bili, ada pula yang menyebutnya sebagai hantu gulungan tikar. Hingga tahun 80-an jika ada korban tenggelam di sungai atau perairan lainnya hingga meninggal seringkali dikaitkan dengan keberadaan makhluk ini.

b.  Beuno
adalah sejenis makhluk gaib jahat yang diyakini oleh masyarakat tradisional di provinsi Aceh. Beuno adalah setan yang mengganggu orang tidur dengan cara menindih korbannya atau dalam kultur Jawa disebut ketindihan. Gejala korban dari perbuatan beuno ditandai dengan sikorban tidur pulas dan diiringi dengan suara dengkuran yang keras, diyakini bahwa suara dengkuran itu tanda bahwa si korban sedang dicekik oleh beuno, jika sikorban terbangun dalam keadaan 10 detik akan merasakan kehadiran mahkluk-mahkluk gaib seperti penampakan mahkluk yang sangat besar.

c.  Burong Tujoh

dalam kepercayaan masyarakat Aceh merupakan sejenis setan, makhluk gaib yang tidak terlihat dan senang menggangu anak-anak kecil maupun perempuan yang sedang hamil. Orang yang dirasuki burong tujoh akan terlihat mengerikan, yaitu mata si korban terlihat melotot, terbelalak dan terus menerus melihat ke atas. Koban kerasukan burrong tujoh akan terlihat kesakitan dan menderita hingga pada taraf kehilangan kesadarannya. Bagi korban kerasukan biasanya akan diobati oleh seorang pawang di mana si korban akan dimantrai dengan bacaan-bacaan mantra, biasanya setelah diobati korban akan kembali kesadarannya dan kondisinya berangsur-angsur membaik.

d. Geunteut 

adalah sebuah sebutan dari masyarakat di Provinsi Aceh guna menamai suatu makhluk gaib yang pada masa lalu secara umum diyakini ada di tengah kehidupan masyarakat tradisional Aceh. Geunteut adalah semacam makhluk gaib berupa hantu dengan wujud hitam dan berukuran sangat tinggi. Geunteut biasa ditemui ditengah jalan, menghadang perjalanan orang diwaktu malam hari. Geunteut bergerak dengan melangkahkan kakinya yang panjang dan menghilang dibalik rumpun bambu maupun semak belukar.

e.   Sane 

dalam tradisi kepercayaan masyarakat Aceh disebutkan untuk sejenis roh halus atau makhluk gaib yang bersemayam di rawa-rawa, sungai dan sungai mati. Sane dipercaya hinggap pada batang kayu yang ada di tempat yang dicurigai menjadi lokasi hunian sane. Sane adalah makhluk gaib yang jahat, apabila ada orang yang menyentuh batang kayu hunian sane, maka orang itu akan merasa sakit seluruh tubuhnya hingga ke tulang-tulangnya. Rasa sakit yang diakibatkan oleh sane adalah seperti ditusuk ribuan jarum dan duri