Kruee Seumangat

Rabu, 03 Agustus 2016 - Oleh admin_acehjaya

 

ADAT DAN ISTIADAT SEBAGAI PENYANGGA MARWAH DAN MARTABAT BANGSA
(dikutip dari tema Musyawarah Besar Provinsi Aceh Tahun 2013)

 

"Syariat ngon Adat Lagai Zat ngon Sifet"

(Syariat Islam yang ada di Aceh dan Tradisi Adat yang berkembang dari dahulu hingga sekarang ibarat zat sebuah benda dengan sifat benda tersebut, umpama zat air dengan sifatnya mengalir, zat api dengan sifatnya membakar. begitulah adat yang ada di Aceh, mesti berjalan dengan syariat islam.

"Ta pageu Gampong ngon kawat, ta pageu bangsa ngon adat"

 

Adat dan Adat Istiadat merupakan salah satu pilar Keistimewaan Aceh, sebagaimana termasuk dalam Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat. Dengan demikian, Pemerintahan Aceh wajib melaksanakan pembangunan di bidang Adat dan Adat Istiadat. 

Lembaga keistimewaan Aceh yang melaksanakan pembangunan bidang Adat Istiadat adalah Majelis Adat Aceh (MAA), sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Majelis Adat Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Qanun Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat, dan Qanun nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga-lembaga Adat. Selanjutnya, dikuatkan keberadaan Sekretariatnya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 33 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Lembaga Keistimewaan Aceh.

(by. admin)