Lembaga Adat

Senin, 15 Agustus 2016 - Oleh admin_acehjaya

LEMBAGA - LEMBAGA ADAT DI KABUPATEN ACEH JAYA

Lembaga adat adalah suatu organisasi kemasyarakatan adat yang dibentuk oleh suatu masyarakat hukum adat tertentu mempunyai wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri serta berhak dan berwenang untuk mengatur dan mengurus serta menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan Adat Aceh.

Lembaga adat di Aceh terdiri atas :

  1. Majelis Adat Aceh
  2. Imeum Mukim
  3. Imeum Chiek
  4. Tuha Peut
  5. Tuha Lapan
  6. Geutjhik
  7. Syah Banda
  8. Keujruen Blang
  9. Panglima Laot
  10. Pawang Glee
  11. Peutuwa Sienebok
  12. Harian Peukan

 

Tugas dan kewenangan lembaga adat adalah :

 

Majelis Adat Aceh

  • Pemangku Majelis Adat Aceh

Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Jaya mempunyai unsur pemangku adat dimana berfungsi sebagai pengarah atau penasehat dari Pengurus Majelis Adat Aceh. Pemangku Adat adalah orang yang menduduki jabatan pada lembaga-lembaga adat yang terdiri dari unsur pemerintah dan pejabat terkait dengan lembaga/fungsi dari MAA tersebut dan juga terdiri dari unsur tokoh masyarakat.

  • Pengurus Majelis Adat Aceh, memilki tugas dan wewenang sbb :
  1. Mengupayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Jaya.
  2. Membuat persidangan dan membuat risalah rapat-rapat Adat.
  3. Melaksanakan Pembinaan Tokoh-tokoh Adat yang dapat menunjang terciptanya pengetahuan SDM tentang nilai-nilai adat istiadat.
  4. Mewujutkan Hubungan yang harmonis antar segenap perangkat adat yang terkait dalam membina kerjasama guna mewujutkan adat istiadat sesuai syariat islam
  5. Mewujutkan mekanisme sistim peradilan yang menjamin keadilan bagi pihak yang berkepentingan.
  6. Membuat Rancangan Qanun yang berhubungan dengan Adat Istiadat.

Imuem Mukim

Imum mukim adalah kepala mukim dan pemangku adat di pemukiman. Mukim adalah Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Propinsi Daerah Istimewa Aceh yang terdiri dari beberapa Gampong yang mempunyai batas-batas wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri.

Imeum Mukim mempunyai wilayah wewenang atau kekuasaan terdiri dari beberapa Gampong dalam suatu kecamatan.

Adapun tugas serta wewenang Imuem Mukim adalah sebagai berikuti:

  1. Mengupayakan Anggaran Pendapatan dan belanja Mukim (APBM).
  2. Mengalokasikan Anggaran Pembangunan di wilayah Mukim.
  3. Meluruskan Batas antar Desa
  4. Menyelesaikan Permasalahan Antar Gampong
  5. Memberikan Kewenangan kepada lembaga dibawahnya
  6. Melakukan musyawarah dengan lembaga-lembaga dibawahnya apabila proyek pembangunan yang dilaksanakan di wilayah Mukim.
  7. Mengetahui jumlah penduduk yang ada dalam pemukiman.
  8. Melakukan Pembinaan dan pengawasan pada Lembaga - Lembaga dibawahnya.
  9. Memberikan Penilaian terhadap kinerja Geutjhik
  10. Mengusulkan Pemberhentian Geutjhik atau Lembaga dibawahnya  dengan sebab-sebab tertentu.(Habis Masa jabatan, meninggal dan sebab-sebab lainya)

 

Imeum Chiek

Imuem Chik Merupakan satuan perangkat adat yang membidangi dalam bidang keagamaan,yang dipilih dalam musyawarah Mukim di hadiri oleh imuem Mukim, Guetjhik, Imum Masjid dan Imum Meunasah dalam wilayah kemukiman yang bersangkutan.

Tugas serta Wewenang yang dibebankan pada Imuem Chiek adalah sebagai berikut:

  1. Mengkoordinir peringatan hari besar Islam serta membina remaja Mesjid
  2. Mengundang Para Penceramah/Da’i untuk memberikan ceramah-ceramah agama dalam wilayah kemukiman.
  3. Mengkoordinir Kegiatan pada hari Jum’at (Gotong Royong Remaja Mesjid dan Lainnya).
  4. Menyelesaikan Sengketa Suami Isteri
  5. Mengkoordinir Fardhu Kifayah beserta Imuem Mukim,Imuem Meunasah dan Lembaga Adat lainnya.
  6. Mengkoordinir acara-acara pernikahan dan Ruju’
  7. Mengkoordinir Faraid, Hibah dan wasiat.
  8. Menerima dan mengelola Zakat, Infaq dan sedekah
  9. Mengkoordinir dan memimpin kegiatan keagamaan yang ada dalam kemukiman wilayahnya  terutama menyangkut muamallah.

Tuha Peut

Tuha Peut adalah suatu badan kelengkapan Gampong dan Mukim yang terdiri dari unsur pemerintah, unsur Agama, unsur Pimpinan Adat, unsur cerdik pandai yang berada di Gampong dan Mukim yang berfungsi memberi nasehat kepada Keuchik dan Imum Mukim dalam bidang Pemerintahan, Hukum Adat, Adat Istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat serta menyelesaikan segala sengketa-sengketa di gampong.

Secara umum tugas dan wewenang Tuha Peut Mukim maupun Tuha Peut Gampong adalah sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan Perselisihan atau sengketa dalam masyarakat dalam Gampong Masing-masing.
  2. Menyelenggarakan musyawarah pembangunan Gampong dalam segala bidang.
  3. Melakukan pengawasan terhadap penegakan aturan adat
  4. Memberikan masukan dan nasehat serta pertimbangan terhadap Geuchik/Imuem Mukim beserta Tuha Lapan.
  5. Menetapkan Kriteria Calon Imuem Mukim
  6. Merancang dan mengusulkan Hukum dan Adat dalam wilayah Mukim dan Gampong
  7. Memberikan teguran terhadap kinerja Lembaga Adat Mukim, Gampong apabila ditemukan terjadinya penyimpangan pelaksanaan pembangunan dan penegakan aturan/Adat.
  8. Melakukan penilaian kinerja lembaga Adat Mukim dan Gampong.

 Tuha Lapan

Tuha Lapan adalah suatu Badan Kelengkapan Mukim yang terdiri dari unsur Pemerintah, Agama, Pemimpin Adat, Pemuka Masyarakat, cerdik Pandai, Pemuda/Wanita, dan Kolompok Masyarakat.

Tugas dan wewenang Tuha Lapan secara umum dapat di uraikan sebagai berikut:

  1. Menetapkan Hukum dalam hal penyelesaian Sengketa/Perkara
  2. Mengusulkan rencana Pembangunan untuk wilayah Mukim
  3. Memberikan nasehat dan pertimbangan kepada Mukim
  4. Melakukan Pengawasan terhadap Penegakan Adat dalam wilayah Mukim
  5. Melakukan Pengamanan (Pageu Gampong).

Geutjhik

Geutjhik adalah orang yang dipilih dan dipercaya oleh masyarakat serta diangkat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk memerintah Gampong yang dibantu oleh Sekretaris  Gampong, tuha Peut Gampong, Kaur, Kadus, dan unsur kepemudaan, secara garis besar Geutjhik mempunyai tugas dan wewenang adalah:

  1. Memimpin dan Menyelenggarakan Pemerintahan Gampong
  2. Membina Kehidupan Beragama dan Pelaksanaan syariat Islam
  3. Menjaga dan Memelihara Kelestarian Adat dan Adat Istiadat, Kebiasaan-Kebiasaan yang hidup dan berkembang dalam Masyarakat
  4. Memelihara tatip serta mencegah munculnya perbuatan maksiat dalam masyarakat tanpa kecuali.
  5. Menjadi hakim perdamaian antar penduduk dalam Gampong yang dibantu oleh Imuem Meunasah dan Tuha Peut gampong.
  6. Mengajukan rencana Reusam Gampong kepada Tuha Peut untuk dapat disetujui dan ditetapkan sebagai reusam
  7. Mengajukan RAPBG (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong) kepada Tuha Peut untuk mendapatka persetujuan dan ditetapkan menjadi APBG (Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong).
  8. Mewakili gampong didalam dan diluar pengadilan dan berhak mengajukan Kuasa hukum untuk mewakilinya.

Syah Banda

Syah banda adalah orang yang memimpin dan mengatur tambatan kapal/perahu, lalu lintas keluar dan masuk kapal/perahu, di bidang angkutan laut, danau, dan sungai, nama-nama Syahbadan dapat dilihat pada tabel berikut (disini)

Keujruen Blang

Keujruen Blang Adalah Pemuka Adat/Orang yang diberi wewenang untuk mengatur penggunaan Pengairan untuk para petani dalam rangka turun kesawah untuk bercocok tanam. Tugas dan wewenang Keujruen Blang sbb :

  1. Mengkoordinir pelaksanaan turun sawah
  2. Mengkoordinir pelaksanaan gotong royong yang berkaitan dengan kegiatan persawahan seperti pembersihan parit/Lueng dan juga saluran irigasi.
  3. Menjadwalkan turun ke sawah
  4. Menyelesaikan perselisihan/sengketa ditingkat Blang
  5. Mengawasi Irigasi dikawasan Persawahan di kemukiman
  6. Menegakkan aturan/adat yang telah disepakati dan ditetapkan bersama Masyarakat.

Panglima Laot

Panglima laot adalah pemuka adat atau orang yang ditunjuk untuk memimpin dan mengatur adat dan adat istiadat di bidang pesisir dan kelautan, untuk lebih jelasnya tugas dan wewenang panglima laot adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan  Pengawasan terhadap pemamfaatan kawasan pantai dan laut
  2. Menyelesaikan perselisilan/persengketaan yang terjadi antar Nelayan setempat dengan Nelayan Luar
  3. Mengupayakan bantuan dari luar untuk nelayan diwilayahnya
  4. Menegakkan aturan/adat laot yang sudah disepakati bersama masyarakat. (Daftar Panglima disini)

 

Pawang Glee

Pawang Glee/Pawang uteun atau nama lain adalah orang yang memimpin dan mengatur adat istiadat yang berkenaan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hutan.

Tugas dan wewenangnya adalah sebagai berikut: 

  1. Melakukan Perlindungan terhadap sumber daya hutan
  2. Pembukaan kebun di kawasan hutan harus ada persetujuan pawang glee
  3. Mengatur waktu pemburuuan binatang
  4. Menjaga kelestarian padang meurabee
  5. Melindungi pohon yang menjadi tempat sarang lebah dan madu
  6. Memberikan larangan dan sangsi terhadap penebangan liar
  7. Menata pohon-pohon di sepanjang tali air
  8. Mengkoordinir pemamfaatan hasil hutan
  9. Menegakkan aturan/adat yang disepakati bersama masyarakat.

Peutuwa Sienebok

(uraian penjelasan masih dalam penyusunan ....)

Harian Peukan

(uraian penjelasan masih dalam penyusunan ....)