artikel8

Jumat, 12 Agustus 2016 - Oleh admin_acehjaya

 

PEUCICAP

Penulis : Drs. Murni Arkasya

Upacara Peucicap adalah upacara untuk memberikan makanan kepada bayi. Rasa yang diberikan terdiri dari manisan lebah dan air dari buah-buahan. Bahan-bahan yang harus dipersiapkan dalam upacara ini terdiri dari manisan lebah, buah sauh, mangga, rambutan, nangka, dan tebu. Disamping itu diperlukan juga hati ayam, ikan dan lain lain termasuk surat yasin dan rencong. Semua bahan tersebut dipersiapkan oleh nenek bayi pihak ibunya.

Dalam upacara ini turut sanak keluarga kedua belah pihak, geuchik, teungku sagoe dan tetangga yang berdekatan. Biasanya sanak keluarga membawa uang. Acara peucicap dilakukan oleh orang-orang laim terpandang da baik budi pekertinya. Ini mempunyai tujuan agar bayi itu kelak akan alim, terpandang dan baik budi pekertinya. Karena menurut anggapan mereka bayi akan meniru sifat-sifat orang yang peucicap. Bila bayi yang di peucicap laki-laki dilakukan oleh laki-laki dan bila perempuan oleh orang perempuan.

Peucicap itu dimulai dengan membaaca Bismillahirrahmanirrahim, diteruskan dengan ucapan Beumameh Lidah-panyang umu-mudah rezeki-di thee lam kawom dan taat keu agama. (Bismillahirrahmanirrahim. Manislah lidah-panjang umur-mudah rezeki-terpandang dalam keluarga dan taat dalam agama).

Setelah ucapan itu selesai lalu dioleskan manisan lebah dan air (pati) buah-buhan pada mulut bayi. Tujuan mengoleskan manisan lebah dan pati buah-buahan adalah untuk memberi rasa kepada bayi agar nanti tidak canggung hidup dalam masyarakat dan rajin bekerja.

Sesudah selesai upacara pengolesan, lalu diambil hati ayam diletakkan diatas dada bayi lalu dibalik-balik dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim. Tujuan dari membalik-balik hati ayam agar dalam bertindak berbuat sesuatu kelak ia selalu mendapat petunjuk. Harapan ini tampak bila ia dewasa. Seorang anak yang melakukan pekerjaan yang salah selalu ditegur dengan kata-kata Lagee Ureung hana Jibalek hate manok (seperti orang yang tidak di peucicap hati ayam)

Acara terakhir adalah memperlihatkan surat yasin dan rencong pada aneuk manyak. Acara ini bertujuan agar kelak ia menjadi anak yang taat kepada agama, menjadi anak yang berani mempertahankan kebenaran dan berani melawan kejahatan. Dengan seesainya upacara yang terakhir maka selesai pulalah acara peucicap bayi

 

Calang,  8 Agustus 2016

Sumber : Drs. H. Mujahiddin A. Rani