ASAL MUASAL MON KALUT

Senin, 14 Agustus 2017 Wisata & Lingkungan

Oleh admin_acehjaya

Mendengarkan cerita mengenai Mon Kalut kita akan penasaran, karena pengertian “kalut” artinya seseorang untuk mendekatkan dirinya dengan Allah melakukan “meditasi” atau bertapa di suatu tempat tertentu yang terhindar dari penglihatan manusia.

Mon kalut artinya sumur tempat mengambil air bagi orang kalut untuk menelusuri keberadaan mon kalut kita harus menempuh perjalanan  dari Bireun ke pesantren Tengku Awe Getah  lebih kurang 14 KM ke tempatnya mon kalut tersebut.

Mon kalut mempunyai sejarah yang unik dimana air dari sumur tersebut dipercaya oleh masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena dalam sumur tererbut mengalir air mon zam-zam dari Mekah.

Konon ceritanya begini pada zaman dahulu waktu pesantren tersebut dipimpin oleh Tgk. Awe Getah, beliau sering pergi ke mekah dan disana (mekah) beliau bertemu 4 orang sahabat (orang mekah) sambil  bercerita ke empat orang sahabat tersebut menanyakan  pada Tgk Awe  Getah, “Peu boh yang mangat” buah apa yang enak  dinegeri tengku dan Tgk. Awe Getah  menjawab “Abu Syauken”  kalau begitu kami ingin  memakan buah tersebut kata sahabatnya dan Tgk. Awe Getah  menjawab boleh, tetapi ada syaratnya,  apa syaratnya kata para sahabat  dan  kemudian Tgk. Awe Getah  mengatakan “Droneh Ban Peut harus Pet Mata” kamu berempat harus memejamkan mata kalau saya bilang  dibuka baru boleh dibuka matanya.

Sesudah dibuka matanya, didepan mereka telah ada  empat (4) buah “Abu Syauken” (buah durian). kemudian Tgk. Awe Getah  mempersilahkan  membuka yang pertama bagaimana rasanya, tidak ada rasa  kemudian  coba buka yang kedua ini agak keras sedikit, dan coba buka yang ke tiga ini agak enak sedikit dan yang terakhir coba buka yang ke empat ini enak sekali.

Kemudian Tgk. Awe Getah  berkata buah dinegeri saya telah anda rasakan  bertapa enaknya dan sekarang dari negeri anda apa yang paling enak coba diberikan pada saya pinta Tgk. Awe Getah  kemudian  empat sahabatnya berfikir dan berkata “air mon zam-zam” bagaimana membawanya ke negeri saya kata Tgk. Awe Getah. kami alirkan kesumur saudara yaitu ke sumur kalut, dan  ada berita bahwa air mon zam-zam dibawa pulang oleh Tgk. Awe Getah   lalu di tuangkan  dalam sumur tersebut. Konon masyarakat sampai saat ini percaya air sumur tersebut dapat menyembuhkan penyakit.(Sumber informasi MAA Provinsi Aceh)