Putroe Phang MAA Lakukan Sosialisasi Adat Di Gampong Lhok Buya

Jumat, 04 Agustus 2017 Seni, Budaya & Hiburan

Oleh admin_acehjaya

Sabtu, 13 Mei 2017, Ketua MAA Badruzzaman Ismail, dan ibu-ibu pengurus bidang Putroe Phang MAA Aceh, melakukan kunjungan kesalah satu gampong dari dua gampong yang akan dikunjungi pada dua kabupaten pantai Barat Aceh, yaitu Gampong LhokBuya Aceh Jaya.
Kunjungan kali ini, mendapatresponantusiasdariperangkatgampongdanmasyarakatGampongLhokBuya

Di pintu gerbang meunasah dan ruang serbaguna yang ada dalam lingkungan meunasah, telah dipasang spanduk “Selamat Datang Ketua MAA Provinsi Aceh di Gampong Lhok Buya.” Begitu Ketua MAA turun dari mobil di ikuti oleh ibu-ibu Putroe Phang, yang turut didampingi oleh Ketua MAA Kabupaten Aceh Jaya Drs. H. Anwar Ibrahim beserta jajaran pengurus, perangkat Gampong Lhok Buya langsung mengalungi kalung bunga pada Bapak Badruzzaman Ismail. Selanjutnya, rombongan dari provinsi di giring bersama kedalam aula ruang pertemuan.

Ruang pertemuan yang telah didesain dengan pernik Aceh, seperti ijatabeng berwarna merah, hijau dan kuning yang menempel di dinding kian menguat atmosfer keacehan. Apalagi, Ketua MAA dan Ketua Putroe Phang diduduk kan bersama pada tempat yang telah dihiasi pernik Aceh berwarna merah dan emas, yang dikelilingi oleh perangkat adat Gampong Lhok Buya dan Pengurus MAA Kabupaten Aceh Jaya. Selainitu, turuthadir, duduk mengelilingi ruangan seperti Babinsa, BabinKantibmas, Camat, Kepala Sekretariat MAA Kabupaten Aceh Jaya, dan Perangkat Gampong seperti Imeum Mukim, Imeum Meunasah dan Tuha Peut Gampong Lhok Buya.

Peserta yang hadir dalam rangka mengikuti sosialisasi adat mencapai ratusan orang. Karena itu, ruangan tampak berdesak-desakan. Apalagi, peserta didominasi oleh ibu-ibu yang sebagian besar membawa anak-anak mereka. Pun demikian, ruangan tengah sengaja dikosongkan, sehingga beberapa barang bawaan Putroe Phang, seperti idang, payung dan dua kado besar yang akan dihadiah kanpada masyarakat Gampong Lhok Buya diletakkan di sana. Selainitu, ruang tengah yang kosong memudahkan tim photografer dan timperekam audiovisual dapat leluasa mengambil peristiwa dan setting acara ini.

Pembukaan acara diawali oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh remaja perempuan Gampong LhokBuya. Kemudian, kata sambutan oleh Geuchik Lhok Buya, dan dilanjutkan kata sambutan sekaligus pembukaan kegiatan sosialisasi adat di Gampong Lhok Buya oleh Camat Kecamatan SetiaBakti. Kemudian, para peserta disuguhi kuliner khas Lhok Buya berupa kue dan kopi, yang telah dihidangkan di depan peserta, sembari mendengarkan acara lanjutan, yaitu orasi dan sosialisasi adat yang disampaikan oleh Ketua MAA, Bapak Badruzzaman Ismail selama hampir 60 menit. Dalam paparannya, Ketua MAA mengajak masyarakat Gampong LhokBuya, untuk terus meningkatkan kepedulian serta kepekaan dalam rangka menjaga eksistensi nilai adat. Budaya berubah, namun nilai adat harus terus dipertahankan sebagai identitas papar Badruzzaman Ismail.

Konsep pemulian jamee, serta menjunjung tamu seperti ini harus terus dijaga dengan menampilkan kesanbaik. Pun demikian, menurutnya, ada yang berubah di Aceh Jaya, yaitu nuansa wangi buah kuini, buah khasCalang. Dulu, era 80 hingga 90-an, setiap ke Aceh Jaya, “kita selalu disuguhi wangi dan lebatnya buah kuini.” Karenaitu, romantisme dan ciri khas Aceh Jaya, berupa tanaman kuini harus dikembalikan, jangan hanya ditumbuhi rawasawit.

Selain itu, Ketua MAA juga mengajak masyarakat harus dapat menyesuai kan diri dengan globalisasi dan pasar yang kian ekspansif di Aceh. produk-produk lokal, seperti kuliner harus mampu masuk kepasar global, dikemas dengan baik, sehingga dapat menjadi komoditi khas Gampong Lhok Buya. Jika tidak, kita akan terus dijajah oleh kuliner luar, yang dapat mengancam identitas dan nilai lokal kita. Karena itu, kedepan, suguhan kuliner lokal pada tamu tetap dilestarikan, dan konsep pengemasan produk lokal, termasuk lokal untuk masuk pasar harus dipikirkan.

Ketua Putroe Phang, ibu Zulhafahikut menyampaikan orientasi kunjungan sosialiasi yang di inisiasi oleh bidang perempuan ini di lembaga MAA Aceh. Kunjungan ini, selain untuk merajut silaturrahmi dengan masyarakat gampong, juga bagian sosialisasi nilai-nilai adat di tingkat masyarakat gampong, sekaligus bentuk penegasan kepedulian MAA terhadap masyarakat Aceh, dalam rangka mengembangkan nilai adat hingga kearas bawah. Pun demikian, IbuAsma, pengurus bidang Putroe Phang, dalam orasi penutup menyampaikan filosofi sirih, yang harus tetap dipertahankan oleh masyarakat Aceh, dalam rangka memuliakantamu. Menurutnya, sirih dalam banyak kegiatan selalu disajikan dalam dua bentuk, yaitu dirangkai dengan ragam bentuk dan dijadikan suguhan untuk dikunyah oleh tamu-simbol kebersamaan.

Acara sosialisasi ditutup dengan penyerahan cinderamata yang dibawa oleh rombongan pada tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan doa oleh Teungku Imeum Gampong, dan foto bersama sebagai dokumentasi antara pengurus MAA Provinsi, pengurus MAA Kabupaten Aceh Jaya, perangkat gampong dan masyarakat Gampong Lhok Buya.
Selanjutnya, Ketua MAA dan rombongan digiring naik kebalai gampong, di sana sudah disediakan makan siang, ragam kuliner lokal khas Gampong Lhok Buya, seperti Bu Kulah, Asam U, Kuah On Muroeng, Asam Keueung, Asam Udeung, dan Ikan Panggang Khas Aceh Jaya. Semuanya, telah dihidang melingkar memenuhi setiap sudut dan dinding balai.

Ada yang unik, dari cara makan para perangkat gampong di Gampong Lhok Buya. Terlebih dahulu, mereka mengambil sedikit garam dengan dua jari yang disediakan dalam setiap mangkok di depan jamuan, kemudian sebagian dari mereka mencicipi sedikit sambil mengucap doa, sebagian mengambil garam kemudian membuang keluar, dan sebagian mengambil menaruh dalam nasi yang akan dimakan. Praktik ini menarik, karena tidak lazim dilakukan oleh masyarakat lain. (Redaktur : M. Ridwan, SE)