Adat ‘Seumapa’ Nyaris Hilang di Aceh

Selasa, 16 Mei 2017 Agama

Oleh admin_acehjaya

Generasi Muda Sudah Jauh dari Adat dan Syariat

Calang, 16 Mei 2017 Adat ‘seumapa’ nyaris hilang di Aceh. ‘Seumapa’ kerab digunakan pada acara hantaran linto (pengantin baru pria) atau dara baro (pengantin baru wanita). Adat tersebut sangat penting untuk dilestarikan mengingat generasi muda sekarang sudah jauh dari adat dan syariat dengan maksud untuk melestarikan kembali adat istiadat di Aceh MAA Kabupaten Aceh Jaya menggelar pelatihan Seumapa selama 1 hari di Rumah Adat Depan Pendopo Bupati Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Dengan mengahadirkan Nara sumber Syech Min Cakra Donya, dan Tgk. H. M. Amin dan Hj. Rohani dari Pengurus MAA Aceh Jaya. diharapkan kepada peserta setelah mengikuti kegiatan ini dapat mengangkat kembali tradisi adat seumapa di daerah Kabupaten Aceh Jaya.

Ketua Majelis Adat Aceh Jaya Drs.Tgk.H. Anwar Ibrahim. dalam sambutannya mengungkapkan, ‘seumapa’ sebagai salah satu adat Aceh harus dilestarikan apalagi di dalamnya terkandung nilai edukasi. Selain itu, budaya berbalas pantun ini juga memberikan nasehat kepada linto dan dara baro.“Ini penting untuk dilestarikan mengingat generasi muda sekarang sudah jauh dari adat dan syariat,” tegasnya 

Lebih lanjut Ketua MAA Aceh Jaya berharap agar peserta pelatihan seumapa dapat lebih meningkatkan kreatifitas berbahasa dalam berseumapa. Hendaknya warga tidak hanya menghafal pantun ‘seumapa’ karena membutuhkan daya nalar dan kreatifitas tinggi. “Kita dituntut cepat dan kreatif, karena setiap daerah tentu punya kekhasan masing-masing dan bahasa seumapa juga harus disesuaikan dengan tempat dan kondisi suatu daerah,” ujarnya.

Guna melestarikan dan mewariskan adat “seumapa” yang hampir hilang, Majelis Adat Aceh Jaya  menggelar pelatihan ‘seumapa’ yang diikuti 50 peserta dari 9 kecamatan dan diatambahkan tokoh-tokoh adat Kabupaten Aceh Jaya.